Tompi ke Sandiaga: Saya Tidak Setuju 100%, tetapi Harus Diapresiasi

Tompi ke Sandiaga: Saya Tidak Setuju 100%, tetapi Harus Diapresiasi

Tompi ke Sandiaga: Saya Tidak Setuju 100%, tetapi Harus Diapresiasi

Penyanyi Teuku Adifitrian (Tompi) mengaku tetap mendukung pasangan Anies Baswedan dan Sandiaga Uno. Tompi menegaskan akan tetap mendukung pasangan tersebut meskipun tidak setuju 100 persen dengan kebijakan mereka.

Saya tidak bilang 100 persen setuju dengan yang Bang Anies-Sandi lontarkan. Tetapi apa pun ide mereka yang ditawarkan untuk Jakarta harus diapresiasi. Kita kawal sama-sama dan support itu tidak sebatas melihat dan menunggu.

Tompi mengaku langsung berbesar hati begitu mengetahui hasil akhir Pilkada DKI 2017. Dia mengajak warga mendukung Anies dan Sandiaga supaya pemerintahan berjalan sukses.

Ini saya kasih tahu ya, begitu hasil sudah keluar, siapa pun tugasnya men-support siapa pun yang akan menjabat, jadi berbesar hati tidak sebatas menerima doang, tetapi sampai ikut menysukseskan. Karena sukses atau gagal yang merasakan juga masyarakat dan masyarakat itu kita juga.

Sementara itu, Sandiaga mengapresiasi sikap Tompi. Dia menganggap sikap tersebut mencerminkan perilaku demokrasi yang dewasa.

Saya mengutip Mas Tompi ya, ‘Hanya orang-orang yang bodoh saja yang belum move on’ atau hanya orang yang tidak cerdas yang melihat bahwa demokrasi sudah berlangsung yang belum move on. Jadi saya salut banget sama Bang Tompi.

Tompi Bakal Manggung di E-Plaza

Tompi Bakal Manggung di E-Plaza, Catat Tanggalnya!

Tompi Bakal Manggung di E-Plaza

Sebagai salah satu tempat hiburan di Kota Semarang, Entertainment (E) Plaza tidak henti-hentinya menghadirkan penyanyi ibu kota. Setelah beberapa waktu lalu menghadirkan Judika, kali ini E-Plaza bakal mendatangkan Tompi.

Penyanyi bergenre musik jazz yang juga berprofesi sebagai dokter spesialis bedah itu akan tampil di E-Plaza yang terletak di Ruko Gajahmada Plaza Lantai II/B29, Simpang Lima, Semarang, Jumat (7/4/2017) nanti. Selain Tompi, dalam acara itu E-Plaza juga akan menyuguhkan penampilan disk jockey (DJ) cantik asal Jakarta, Annisa vinska, guna memanjakan para clubbers.

Tompi memiliki suara khas yang tidak pernah membuat bosan para penggemarnya. Ia akan live performance di E-Plaza, awal April nanti. Tiket untuk menyaksikan penampilan Tompi sudah dapat dipesan sejak Jumat [24/3/2017] kemarin.

Astrid menyebutkan untuk pemesanan tiket akan dilayani hingga 1 April mendatang. Meski demikian, untuk pemesanan tiket Tompi Live Performance pada 24-31 Maret dihargai Rp100.000, sedangkan tiket yang dipesan 1 April dihargai Rp150.000.

Sementara, untuk pembelian tiket saat acara atau on the spot dibanderol dengan harga lebih mahal, yakni Rp200.000. Jadi buruan pesan tiketnya untuk mendapatkan harga spesial.

Selain sebagai penyanyi, Tompi yang memiliki nama asli Teuku Adifitrian juga dikenal sebagai pembawa acara. Namanya mulai mencuat di belantika musik Tanah Air setelah meluncurkan album Bali Lounge pada 2004 lalu.

Selain kerap tampil solo, penyanyi kelahiran Lhokseumawe, Aceh, 22 September 1978 itu juga seringkali tampil bersama grupnya, Trio Lestari. Trio Lestari merupakan grup vokal yang beranggotakan Tompi, Sandhy Sondoro dan Glenn Fredly.

Untuk Kalian pecinta Tompi,  jangan sampai terlewatkan ya guys.

Tak Ada Kata Bosan Dengar Senandung Tompi di BNI Java Jazz 2017

Tak Ada Kata Bosan Dengar Senandung Tompi di BNI Java Jazz 2017

Tak Ada Kata Bosan Dengar Senandung Tompi di BNI Java Jazz 2017

Siapa yang tidak mengenal solois serta personel dari Trio Lestari, Tompi. Penyanyi yang memiliki suara yang khas itu berkesempatan mengisi di hari pertama BNI Java Jazz, Jumat, (3/3/2017).

Lampu menyala menyoroti tengah panggung menambah kesan dramatis sebelum si dokter bedah plastik itu. Tubuh mungilnya pun muncul di hadapan penonton yang memadati The Quincy Jones Stage, Hall A1.

Ini tahun ketiga saya tampil.

Seperti biasanya Tompi selalu memberikan penampilan aman dan terbaik di setiap penampilannya. Tembang seperti ‘Sedari Dulu’ dan ‘Bawa Daku’ dibawakan secara apik tidak hentinya teriakan penonton wanita terdengar begitu jelas saat Tompi mengawali penampilannya.

Mengundang tamu spesial, Tompi mengajak musisi jazz wanita, Nita Aartsen, ke atas panggung. Lagu teranyarnya yang mengisahkan dua sahabatnya, Glenn Fredly dan Shandy Sondoro pun ia bawakan meskipun hanya separuh.

Lanjut dengan tembang lawasnya ‘Tak Pernah Setengah Hati’, penonton pun riuh saat intro lagu dengan lirik yang menyentuh hati. Permainan musik dari live band yang mengiringi Tompi menambah kemeriahan di hari pertama BNI Java Jazz 2017.

Demi Ahok, Tompi Cuma Buka Praktek Setengah Hari

Demi Ahok, Tompi Cuma Buka Praktek Setengah Hari

Demi Ahok, Tompi Cuma Buka Praktek Setengah Hari

Penyanyi Jazz, Tompi, menyambangi Rumah Lembang pasangan Ahok-Djarot di Menteng, Jakarta Pusat, Senin (28/11). Arah Penyanyi jazz nasional, Teuku Adifitrian atau yang lebih dikenal sebagai Tompi, menyambangi Rumah Lembang untuk memberikan dukungan kepada pasangan calon Basuki Tjahaja Purnama dan Djarot Saiful Hidayat.

Pantauan Arah.om di lokasi, Tompi sempat naik ke atas panggung dan bernyanyi bersama Basuki dan Djarot. Ia menyanyikan lagu anak Papaya, Mangga, Pisang, Jambu.

Kepada wartawan, bersama penyanyi senior Deviana dan Idang Rasjidi, ia mengaku sudah lama sering bertemu dan berbicara mengenai Pilkada.

Ini sebenernya, kita membicarakan bagaimana apa yang kita ingin. Dengan Jakarta, dengan Indonesia, segala hal-hal yang sifatnya positif yang dapat kita kerjain.

 

Tompi menyebut sosok Ahok sapaan Basuki sebagai orang yang dinilainya konsisten dan memiliki komitmen. Bila dua hal itu yang mereka kerjain ya udah. Saya pikir amanah. Lain halnya bila tidak seperti, itu beda lagi.

Ia mengaku merasakan perubahan sejak Ahok memimpin Jakarta. Terutama, lanjut pria berdarah Aceh itu, permasalahan banjir yang terus menghantui Ibukota Jakarta.

Sekarang bila ada genangan air tetapi cepat. Dan kelihatan ada yang kerja.

Tompi yang kesehariannya menjalankan praktek sebagai dokter bedah plastik, mengungkapkan kliniknya hanya buka setengah hari demi datang ke Rumah Lembang. Urusan saya sama ibu-ibu biasanya. Jadi cakepin ibu-ibu. Hari ini saya mau cakepin Ahok. Abis ini saya balik lagi buat praktek lagi.

Tompi Bicara Soal Pilkada Putaran Kedua

Tompi Bicara Soal Pilkada Putaran Kedua

Tompi Bicara Soal Pilkada Putaran Kedua

Bila Pilkada DKI Jakarta berlansung dua putaran, vokalis Teuku Adifitrian atau yang dikenal sebagai Tompi (38) mengharapkan kedua pasangan calon (paslon) dapat bertarung dengan cara-cara yang baik untuk memenangkannya.

Yang pasti saya berharap, kedua belah pihak yang akan bertanding dapat menjalankan usaha yang baik untuk memenangkan.

Kemenangan itu tidak akan ada artinya bila didapati dengan cara yang tidak wajar.

Dokter ahli bedah plastik itu berpendapat sudah saatnya kedua pasangan yang melaju ke putaran kedua untuk menajamkan visi dan misi.

Saya pikir, ini momentumnya kedua belah pihak saling beradu argumen apa yang akan dikerjakan untuk dikerjakan (sebagai gubernur dan wakil gubernur).

Adapun hasil akhir hitung cepat Litbang Kompas menunjukkan posisi pertama diduduki oleh pasangan Basuki Tjahaja Purnama (Ahok)-Djarot Saiful Hidayat dengan perolehan 42,87 persen suara.

Pasangan Anies Baswedan-Sandiaga Uno berada di urutan kedua dengan perolehan 39,76 persen suara.

Sedangkan urutan terakhir adalah Agus-Sylvi hanya memperoleh 17,37 persen suara.

Saat ini penghitungan suara atau real count sedang berlangsung di KPU DKI Jakarta. Hasilnya akan diumumkan pada 4 Maret.

Apabila tidak ada gugatan hasil pilkada ke Mahkamah Konstitusi (MK), putaran kedua akan langsung berjalan dan pemungutan suara dilangsungkan pada 19 April 2017.

Nyanyi dengan Koreografi, Kevin Kahuni Dapat Pujian Tompi

Nyanyi dengan Koreografi, Kevin Kahuni Dapat Pujian Tompi

Nyanyi dengan Koreografi, Kevin Kahuni Dapat Pujian Tompi

Bogor Bukan perkara mudah bagi seorang anak berusia sembilan tahun, bernyanyi dengan gerakan koreografi. Tetapi tidak bagi Kevin Kahuni. Lantaran itulah ia dapat sanjungan dari Indra Aziz, dan Tompi.

Kevin Kahuni mengikuti audisi di acara `Vocal Camp` di Fafa Hill Hotel, Bogor, Jawa Barat dengan dewan juri Indra Aziz, serta Tompi. Ia pun melantunkan dua lagu yaitu Cotton Field, juga single dari album perdananya bertajuk Super Star.

Amazing, keren. Aura bintang Kevin terlihat sekali. Dia dapat menyanyi Cotton Field dengan baik sambil berkoreografi. Itu tidak mudah lho.

Bagi Tompi, lagu tersebut bagi orang dewasa pun masih sulit dinyanyikan dengan gerakan tari. Namun justru itu dilakukan oleh Kevin yang masih duduk di bangku Sekolah Dasar. Itu yang membuatnya terkejut.

Keberaniannya membawakan lagu serta mengajak penonton berinteraksi bagi Kevin itu luar biasa. Apalagi ia menyanyikan nya sambil melompat-lompat, itu sulit bagi penyanyi anak-anak seusianya.

Kevin Kahuni pun meraih sertifikat dengan teknik vokal yang baik dari Indra Aziz, Tompi, dan juri lainnya dan mengalahkan peserta lainnya.

Rasanya senang banget dapat pengakuan dari Om Indra Aziz, dan Om Tompi mengenai cara menyanyi saya. Ternyata tidak sia-sia saya sering berlatih menyanyi di rumah di depan mama dan papa.

Setelah Hampir Setahun, Tompi Resmi Rilis Album ‘Romansa’

Setelah Hampir Setahun, Tompi Resmi Rilis Album 'Romansa'

Setelah Hampir Setahun, Tompi Resmi Rilis Album ‘Romansa’

Meski telah dilempar ke pasar nyaris satu tahun yang lalu, akhirnya Tompi meluncurkan album terbarunya. Album itu bertajuk ‘Romansa’.

Semua perjalanan cinta itu dirangkum dalam kata romansa.

Menurut penyanyi yang juga berprofesi sebagai dokter itu, ia menunggu momen yang tepat untuk merilis albumnya. Dalam album ini, Tompi telah mengeluarkan beberapa single, yakni ‘Bawa Daku’ yang dinyanyikan bersama Dian Sastrowardoyo dan ‘Sandiwara’.

Single ‘Bawa Daku’ bernuansa pop dengan sentuhan middle-beat groove yang membuat lagu tersebut terdengar groovy dan ceria. Sedangkan single ‘Sandiwara’, terdengar lebih lembut dengan lirik yang lebih gloomy namun dibalut dengan melodi yang terdengar apik dengan dentingan piano dan akan tidar bila mendengarkannya.

Proses lahirnya album ini ya dari Tompi dan semua idenya. Kita bebaskan dia berkreasi. Sampai saat ini, Tompi menjaga konsistensi positioningnya dengan baik.

Gairah Tompi Terlalu Liar Saat Melakukan Ini

Gairah Tompi Terlalu Liar Saat Melakukan Ini

Gairah Tompi Terlalu Liar Saat Melakukan Ini

Predikat penyanyi jaz bertalenta begitu melekat dalam diri Tompi. Selain memiliki kredibilitas di bidang musik, ia juga dikenal luas sebagai seorang dokter spesialis bedah estetika. Tidak hanya sampai situ, pria berdarah Aceh ini rupanya juga menguasai teknik fotografi.

Kecintaan nya kepada dunia fotografi dimulai sejak ia duduk di bangku sekolah. Hanya saja, karena beberapa alasan, Tompi akhirnya memilih mengasah kemampuannya dalam bidang kedokteran.

Namun, ketertarikan nya di bidang fotografi tidak lantas luntur begitu saja. Salam beberapa tahun belakangan, Tompi sudah mantap menekuni bidang ini.

Saya tidak terlalu bagus melukis, tetapi saya suka foto-foto, walaupun dulu tidak mengerti cara memotret. Akhirnya belajar, beli kamera, saya belajar dari digital, saya convert ke fully analog, lebih detail lagi belajarnya.

Kini, hasil jepretan Tompi tidak ubahnya dengan hasil jepretan fotografer profesional. Saking cintanya dengan dunia tersebut, pelantun “Sedari Dulu” ini mengaku punya rasa antusiasme yang begitu tinggi, saat akan melakukan pemotretan.

Bekerja sebagai fotografer saya dapat tidak ngerasain waktu sih. Jadi, libido (gairah/hasrat) saya untuk foto dapat dibilang terlalu besar. Bila besok pagi saya mau moto, malamnya saya tidak dapat tidur karena terlalu excited.

Kayak berpikirnya, ‘bila begini keren, kalau begitu keren nih’ terlalu liar, jadi saya takut bila tidak dikeluarin bakalan gila sih. Makanya kamera saya selalu tenteng ke mana-mana. Saya dapat stres sendiri bila lihat satu scene yang menurut saya bagus dan kalau enggak difoto itu sayang.

The Groove Jadi Inspirasi Tompi Untuk Jadi Penyanyi

The Groove Jadi Inspirasi Tompi Untuk Jadi Penyanyi

The Groove Jadi Inspirasi Tompi Untuk Jadi Penyanyi

Kangen dengan The Groove? Band beraliran jazz yang mempopulerkan lagu Khayalan dan Satu Mimpiku ini kembali dengan album baru dan sebuah buku. Buku tersebut akan berisi perjalanan karir dari The Groove.
Buku tersebut penulisannya dibantu oleh wartawan senior, Gideon Momongan. Sedangkan untuk foto-fotonya dibantu oleh penyanyi Tompi. Segala hal tentang The Groove bisa dibaca di sini.

Buku ini cukup detail apa yang terjadi di The Groove. Saat Yuke keluar. Saat berjalan tanpa Rieka. Ini tujuannya menginspirasi. Bahwa ini kemungkinan yang akan dialami orang yang mau buat band dan kenapa semua bertahan ada semua di buku. Sampai vakum lima tahun dan kembali ada semua.

Yang unik banyak sekali komentar dari adik-adik yang sudah banyak jadi penyanyi. Maliq, Andien, BCL semua cerita. Apa yang kita tulis apa adanya. Tompi pertama nyanyi karena lihat kita. Tetapi nanti bila kita ceritakan semua bagaimana. Pokoknya bila memang cinta musik Indonesia buku sama album ini wajib dibeli. Semua ada di sini.

Rejoz sendiri menjelaskan kalau gonta-ganti personel di The Groove membuat band ini sempat goyah. Setiap orang punya ego sendiri-sendiri yang mengakibatkan tiap band pasti ada masalah.

Akumulasi semua itu yang bikin kita jadi ada konflik dan miss Komunikasi. Saya percaya momen vakum diizinkan Tuhan terjadi karena Tuhan punya rencana indah lagi buktinya kita kumpul lagi dan kita tidak mau sia-siain. Kita harus kasih terbaik sebagai rasa syukur.

Tompi Ungkap Perbedaan Laki-laki dan Perempuan Saat Pergi ke Klinik Kecantikan

Tompi Ungkap Perbedaan Laki-laki dan Perempuan Saat Pergi ke Klinik Kecantikan

Tompi Ungkap Perbedaan Laki-laki dan Perempuan Saat Pergi ke Klinik Kecantikan

Di luar aktivitas menyanyi dan fotografi, Tompi (38) tengah membangun kerajaan klinik kecantikan, Beautiful. Klinik pertama Beautiful telah dibuka di bilangan Pakubuwono Jakarta Selatan. Berikutnya, Tompi akan membuka cabang baru di Ubud (Bali), Medan (Sumatera Utara), dan Gandaria (Jakarta). Ketiga klinik baru tersebut menjadi target yang hendak direalisasikan Tompi tahun ini.

Ada beberapa klinik yang akan saya buka namun belum terealisasi 100 persen, masih on progress. Disinggung mengenai alasan membuka cabang baru di Bali dan Sumatera, Tompi mengatakan Bali dan Sumatera Utara adalah pasar potensial. Permintaan calon konsumen soal estetika kecantikan dan bedah tinggi.

Selain itu, kecantikan bukan lagi hak para ibu (perempuan). Para Pria pun berhak menjadi “cantik”. Pada umumnya, orang ingin tampil keren dan rapi. Orang takut tua atau kelihatan lebih tua dari usia sebenarnya. Meski sama-sama akan tampil keren, Tompi menyebut ada perbedaan mendasar antara laki-laki dan perempuan saat datang ke klinik kecantikan.