Bisakah Hidung Pesek Dimancungkan? Yuk Tanya Dokter Tompi

Bisakah Hidung Pesek Dimancungkan Yuk Tanya Dokter Tompi

Bisakah Hidung Pesek Dimancungkan? Yuk Tanya Dokter Tompi

Beberapa orang begitu mendambakan hidung mancung, tetapi apa daya kebanyakan ras Asia Tenggara dikaruniai bentuk yang relatif ‘pesek’. Bisakah bentuk hidung dikoreksi dengan cara yang aman?

Menurut dr Teuku Adifitrian SpBP atau yang akrab disapa Tompi, bentuk hidung dapat dikoreksi dengan prosedur yang disebut Rhinoplasty. Operasi ini cukup sederhana, hanya butuh bius lokal dan hanya membutuhkan waktu sekitar 45 menit.

Prinsipnya, dokter akan membuat rongga di hidung asli lalu memasukkan sesuatu untuk memancungkannya. Dapat berupa implan sintetis, dapat juga tulang rawan dari telinga maupun tulang iga. Masing-masing punya kelebihan maupun kekurangan, dan relatif aman asal dikerjakan oleh dokter bedah plastik yang terpercaya.

Dari pengalaman Tompi, pasien biasanya datang untuk memancungkan hidung karena tidak puas dengan bentuk aslinya. Kecuali pada kasus tertentu seperti bibir sumbing, Rhinoplasty dikerjakan karena ada deformitas atau kelainan struktur hidung yang memang harus dikoreksi.

Untuk hidung sih mostly alasan estetis. Belum pernah nemu ada alasan atau pertimbangan selain estetis.

Tompi Ajak Masyarakat Hadiri Diskusi Unity Indonesia

Tompi Ajak Masyarakat Hadiri Diskusi Unity Indonesia

Tompi Ajak Masyarakat Hadiri Diskusi Unity Indonesia

Penyanyi jazz Tompi mengajak masyarakat untuk menghadiri diskusi kebangsaan yang bertajuk: UNITY INDONESIA for better future.

Diskusi yang diselenggarakan Sinar Mas Land ini akan mengangkat tema seputar kebangsaan hingga isu hangat seputar toleransi umat beragama.

Tompi langsung mengajak netizen untuk hadir dalam diskusi yang diselenggarakan pada 22 November di Senayan City, Jakarta.

22 November, bakal seru nih. See you teman-teman.

Dalam diskusi itu akan hadir pembicara mulai dari pengamat ekonomi Faisal Basri, Olga Lydia, Najwa Shihab, dan Idang Rasjidi.

Selain diskusi, acara juga dimeriahkan sajian musik bertema Jazz for Bhinneka Tunggal Ika, yang melibatkan sejumlah musisi, di antaranya Bob Tutupoli, Idang Rasjidi, Rien Djamain, Margie Segers, Andira Pramantha, Echa Soemantri, dan Rafi Muhammad.

Acara akan dimulai pukul 17.00 WIB dan berlokasi di Atrium Mall Senayan City.

Ucapannya Banyak Dipelintir Tompi Jelaskan Maksud Sebenarnya

Ucapannya Banyak Dipelintir Tompi Jelaskan Maksud Sebenarnya

Ucapannya Banyak Dipelintir Tompi Jelaskan Maksud Sebenarnya

Musisi yang juga dokter bedah plastik, Tompi, sempat menjadi bulan-bulanan netizen pasca ucapannya yang dituding menghina rakyat Aceh. Kejadian tersebut membuat Tompi tersadar, bahwa isu agama terkait kondisi panas pilkada telah membuat banyak orang mudah terpancing emosi. Padahal dirinya hanya ingin menyampaikan pendapat pribadi yang jauh dari tujuan menghina suatu kelompok tertentu.

Sempat saya ingin ngelayanin tetapi akhirnya saya ketawain doang. Saya balas saja Allahu Akbar.

Hal-hal seperti ini tidak benar, saya percaya semua ada kubunya. Mungkin ada yang kubu pro yang menyatakan dirinya pro Ahok juga ada, yang menyatakan dirinya tidak pro Ahok juga ada. Cuma cara-cara seperti ini tidak pantas lah. Dan saya enggak suka dengan dua-duanya. Awalnya bila ada komentar-komentar buruk saya hapusin, cuma lama kelamaan saya capek karena komentarnya itu ratusan atau bahkan ribuan. Ini sebenarnya menjadi tanggung jawab semua pihak. Statement saya itu sebenarnya ‘Ya Kalian tidak boleh tersinggung bila Kalian Islam ya Kalian tidak seharusnya tersinggung. Bila Kalian memang tersinggung berarti Kalian memang termasuk orang-orang yang tidak benar’.

Ucapannya yang dipelintir oleh sebuah media online menjadi berita hoax tidak pelak membuat Tompi risih dan terganggu. Kendati demikian, ia sama sekali tidak mengendurkan dukungannya pada Gubernur mempertahankan Ahok.

Saya cuma klarifikasi berita doang. Tadinya sempat teman-teman bilang laporin polisi aja. Tetapi beberapa teman saya yang advokat pas ngecek ternyata itu alamatnya palsu, nama-namanya tidak benar.

Tidak ada hubungannya. Ini yang selalu saya tekankan ke teman-teman saya, urusan Pilkada pada dasarnya itu hak masing-masing. Yang ingin memberikan masukan silahkan, yang ingin memilih karena agamanya juga silahkan. Kita semua punya pegangan masing-masing. Bagaimana mau menghormati agama lain bila menghormati perbedaan aja kita tidak bisa?.

Pembajakan Musik Ari Juliano Sekarang Dibasmi Besok Muncul Lagi

Pembajakan Musik Ari Juliano Sekarang Dibasmi Besok Muncul Lagi

Pembajakan Musik Ari Juliano Sekarang Dibasmi Besok Muncul Lagi

Tidak dapat dipungkiri bila sampai hari ini para musisi dan industri musik masih terus menghadapi persoalan mengenai pembajakan. Ari Juliano dari Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) memuat berbagai mengibaratkan para pembajak dan konsumen karya bajakan seperti orang yang kecanduan obat-obatan terlarang.

Berbicara manfaat ekonomi yang didapat, pembajakan ada. Masalahnya soal harga, distribusi tidak merata, akhirnya bajakan cari. Ketiga adalah kecanduan terhadap bajakan. Orang-orang jakarta sudah terdidik, masih aja konsumsi (yang bajakan). Dia industri tahu salah, tetapi tetap aja dikonsumsi. Ini sudah kayak kecanduan rokok atau narkoba, susah. Tetapi soal harga dan distribusi kami lagi cari solusinya.

Lebih, jauh, besar-besaran pun mengungkapkan bila pembajakan hari ini semakin sulit untuk diberantas. Selain besar, selalu ada cara baru bagi para pembajak merampas sebuah karya. Sedangkan di sisi Lain, Ari mengungkapkan bila besar-besaran dan Bekraf juga masih mengusahakan supaya para musisi atas mendapat hak atas karya-karyanya.

Pembajakan, sekarang dibasmi razia besok muncul lagi. UU hak cipta munculkan lagi lembaga manajemen kolektif nasional. Musisi-musisi senior yang mikirin gimana. Yang musisi Perlu ketahui, musisi tidak dapat royalti yang bila tidak tergabung ke LMK. Bergabunglah sehingga dipastikan ada porsi yang dibayarkan . Itu cara supaya hak ekonomi dapat dibayar. Bekraf sudah bicara dengan BPJS buat skema untuk pelaku kreatif yang penghasilannya Naik turun. Itu upaya yang kami coba optimal.

Sedangkan untuk masalah kecanduan pembajakan, Ari Juliano mengungkapkan bila sebelumnya saat ini Bekraf terus gencar untuk membuat aplikasi hingga memikirkan solusi lain. Menurut, sebelumnya saat ini edukasi lebih baik diarahkan pada generasi muda sehingga diharapkan pembajakan dapat berkurang beroperasi signifikan pada beberapa tahun mendatang.

Soal kecanduan, ujung-ujungnya edukasi. Bekraf sudah gencar bikin aplikasi BIMA. Sampai akhirnya kami berpikir edukasi kita harusnya ditujukan ke anak-anak sekolah-sekolah, menyiapkan generasi muda sebelum mereka kecanduan. Hasilnya tidak sekarang, tetapi 5 Sampai 10 tahun ke depan.

Buat klip Tompi Model Pilih Asal Moskow

Buat klip Tompi Model Pilih Asal Moskow

Buat klip Tompi Model Pilih Asal Moskow

Penyanyi Tompi baru saja menggarap klip terbaru dari lagunya yang berjudul Waktu Takkan Mampu. Untuk klip tersebut Tompi memilih model yang asal Moskow bernama Alina Malina, dan pria ini dibantu sahabatnya yang bernama Ganda dalam proses pembuatannya.

Sebenarnya video klip ini idenya doa hari lalu dan baru cari model kemarin. kebetulan Alina yang kita tawari, dia kan Model.

Tompi sendiri mengaku sebelumnya belum kenal dengan Alina. Meski demikian karena Alina cukup cooperatif, syuting tersebut sudah selesai dari jam 07:30 Hingga 13:30.

Alina tadinya tidak kenal dan ternyata setelah kenal orangnya kooperatif dan kita dapat chemistry lalu syuting. Syutingnya kelar cepat daripada dugaan.

Pemilihan Alina sendiri bukannya tanpa sebab. Tompi menginginkan sosok yang sempurna untuk merepresentasikan imej di video klipnya.

Konsepnya orang yang suka banget sama orang lain. Makanya cari orang yang berlebihan walau sebenarnya model yang kita tidak jelek. Saya mau wajah baru dan supaya orang ingat. Harus cantik banget, sekaligus bantu dia supaya model mau orang kenal. Saya alami sehingga adegan tidak Dibuat-buat kayak sinetron.

Tompi Rintis Bisnis Garmen

Tompi Rintis Bisnis Garmen

Tompi Rintis Bisnis Garmen

Di sela-sela kesibukannya sebagai artis musik dan dokter bedah plastik, Tompi (36) mengaku tengah merintis bisnis garmen dengan memproduksi setelan jas dan dasi.
Lagi bikin kecil-kecilan garmen kayak jas dan dasi. Sekarang sedang menyiapkan tempat jahit nih.

Tompi tertarik dengan bisnis ini karena dia terbiasa mengenakan setelan jas hasil rancangan sendiri.

Jadi kepikiran kenapa enggak bikin saja ya. Lumayan berasa keluar duitnya. Toh saya suka desain sendiri.

Tompi mengaku tidak sendirian untuk merintis usaha garmen itu. Ada beberapa kawannya yang turut pula bekerja sama, antara lain penyanyi Glenn Fredly dan Yuni Shara.

Kata Tompi, dia dan Glenn akan berfokus di busana pria. Sedangkan Yuni lebih ke wanita. Bakal ada toko juga. Online tidak karena bukan target market kami.

Karena kami main costum (sesuai pesanan). Bukan jas jadi.

Tompi Akan Rekaman Bareng Incognito di London

Tompi Akan Rekaman Bareng Incognito di London

Tompi Akan Rekaman Bareng Incognito di London

Keinginan grup musik jazz Incognito untuk berkolaborasi dengan penyanyi Tompi sebentar lagi terwujud. Sebab, Tompi sudah menyambut baik Tawaran Gitaris Incognito, Jean-Paul “Bluey” Maunick.

Rencana -nya (Rekaman) akan dilakukan di London, akan Ke London sekitar tiga bulan Lagi.

Namun, Tompi mengaku belum begitu industri tahu rinci tentang kolaborasi mereka nanti, entah untuk sebuah single atau album.

Dia (Bluey) ngomongnya kemarin sih rekaman. Dia bilang dia pengin banget berkolaborasi hearts bentuk rekaman sesi . Mungkin setelah itu akan lanjut Ke live performance . Belum tahu, nanti kita lihat.

Pria yang juga berprofesi sebagai dokter bedah plastik ini bakal membicarakan proyek itu lebih lanjut bersama Bluey.

Belum ngomong detailnya terus terang. Rencana kami baru mau ketemuan nanti buat Singapore Jazz Festival, abis baru itu pikirin yang London.

Diberitakan sebelumnya, Tompi dan Bluey kali pertama bertemu di Java Jazz Festival 2017 kata lalu dan melakukan kolaborasi dadakan.

Setelah itu, Bluey mengatakan harapannya agar dapat berkolaborasi dengan Tompi saat berbincang.

Kami akan menggelar pertunjukan musik untuk promo dan akan ada proyek dengan musisi lain. Di antaranya dengan Penyanyi Italia, Maria Biondi. Lalu semoga saja dengan Tompi . Tentu saja, tentu saja. Hal itu akan terjadi.

Pendapatku dia punya suara yang sangat indah, jangkauan vokal yang bagus dan saya suka musikalitas nya. Dia mampu mengikuti instrumen (Permainan gitar Bluey) dengan sketsa -nya (teknik vokal jazz).

Fashion Inspiration Style Kasual Tompi Saat Ramaikan Konser Gue 2

Fashion Inspiration Style Kasual Tompi Saat Ramaikan Konser Gue 2

Fashion Inspiration Style Kasual Tompi Saat Ramaikan Konser Gue 2

Indonesia patut berbangga memiliki seorang penyanyi luar biasa dengan bakat yang komplit bernama Tompi. Pria kelahiran 22 September 1978 itu sampai saat ini telah melahirkan banyak sekali karya yang kualitasnya patut memperoleh pujian.

Terhitung sejak tahun 2003, alumni Universitas Indonesia itu telah merilis lebih dari delapan album.

Tidak hanya lihai memikat para penonton dengan aksi panggung, ternyata selebriti yang juga berprofesi sebagai dokter tersebut juga punya selera fashion jempolan. Hal tersebut tampak ketika pelantun Sedari Dulu itu meramaikan Konser Gue 2 pada 4 Februari 2017 lalu.

Pria bernama asli Teuku Adifitrian itu menjadi salah satu bintang tamu dalam pertunjukan musik yang diselenggarakan sebagai bentuk dukungan kepada Ahok dan Djarot, Konser Gue 2.

Tidak sendiri, konser tersebut juga diramaikan dengan penampilan lebih dari 15 selebriti tanah air, seperti Slank, Marcello Tahitoe, Once, Sandhy Sondoro, Krisdayanti, Dira Sugandi, dan masih banyak lagi. Menariknya, untuk meramaikan event tersebut, Tompi memilih outfit yang meski kasual tetapi tetap tampak mempesona!

Acara yang diselenggarakan di Ex Golf Driving Range, Senayan, Jakarta itu dia hadiri dengan mengenakan paduan t-shirt berwarna oranye dan celana jogger pants hitam. Sementara untuk sepatu, penyanyi kelahiran Lhokseumawe, Aceh itu memilih loafers yang memang amat cocok untuk menghadiri event semiformal atau kasual.

Guna menyempurnakan penampilan, Tompi menggunakan topi newsboy berwarna abu-abu yang sudah lama melekat sebagai salah satu ciri khasnya. Tidak ada salahnya bila akan meniru faya berpakaian penyanyi yang satu ini untuk menghadiri acara nonformal. Dijamin penampilanmu akan makin memikat.

Tompi Tampil Memukau Bersama Anak Didik Indra Lesmana

Tompi Tampil Memukau Bersama Anak Didik Indra Lesmana

Tompi Tampil Memukau Bersama Anak Didik Indra Lesmana

Bertempat di Red White Lounge, Kemang, Jakarta Selatan, Jum’at (26/10) Tompi tampil energik bersama Jowi, pianis asuhan Indra Lesmana. Acara yang bertajuk special showcase oleh Tompi tersebut berhasil memukau ratusan mata penonton yang hadir.

Dengan diiringi permainan dari jari lentik Jowi bersama musisi pendukung lainnya, Tompi membuat suasana menjadi hangat dan bersemangat. Tompi yang saat itu berpadu dengan Jowi membawakan lagu berjudul Sedari Dulu memperkenalkan anak didik musisi senior Indra Lesmana kepada penonton yang hadir.

“Jowi ini murid Indra Lesmana. Usia nya baru sembilan tahun, dia dari Bali dan berniat menekuni musik,” ungkap Tompi saat berada di atas panggung.
Penampilan apik Tompi dan Jowi mendapat acungan jempol dari Glenn Fredly yang hadir untuk memberi dukungan kepada dokter spesialis bedah plastik itu.

“Saya datang karena diundang. Saya dukung Tompi dan senang dia mau menyajikan rekapan karya terbaiknya di Red White. Penampilan dia sama Jowi keren abis,” ujar Glenn.

TOMPI YANG LUAR BIASA

TOMPI YANG LUAR BIASA

TOMPI YANG LUAR BIASA

Di gelaran Prambanan Jazz Festival 2015, Tompi menunjukan bahwa ia merupakan salah satu penyanyi laki-laki paling baik di negeri ini.

Tidak banyak penyanyi bercorak jazz yang sehebat Tompi; lengkap dengan katalog lagu hits banyak, kreatif mencoba eksplorasi musik, penghibur yang baik di atas panggung dan punya mental baja menghadapi segala macam kemungkinan yang muncul di dalam sebuah pertunjukan.

Usia karirnya yang sudah lumayan panjang seolah melengkapi atribut bahwa ia adalah seorang penyanyi dengan level senior di industri musik jazz Indonesia. Keberadaannya mungkin bisa dianalogikan seperti ini: main untuk penonton dengan jumlah banyak ok, main di klub kecil dengan penonton sedikit pun ok.

Ini dibuktikannya dengan tetap tampil prima kendati sudah menunggu lama. Di festival yang diselenggarakan di pelataran Candi Prambanan ini, ia naik panggung setelah headliner utama, Kenny G, tampil selama kurang lebih dua jam.

Kualitas permainannya papan atas. Tanpa pemanasan yang panjang, ia langsung menguasai panggung dan mempertontonkan vokal meliuk-liuk yang menjadi ciri khasnya. Di jeda lagu, seperti biasanya, ia juga sempat menyiratkan berbagai macam pesan penting bagi para penonton.

Tidak lupa mengocok perut dengan sindiran-sindiran satir yang selalu dapat memancing tawa semua orang.

Jam terbang yang tinggi, membuatnya mudah melakukan hal-hal seperti ini, belum lagi ditambah dengan kualitas showmanship yang sangat baik, contohnya kemampuan berkelakar tadi. Panggung, mau kecil atau besar, pasti dengan mudah bisa dikuasai.

Yang patut disayangkan, malam itu ia tidak menampilkan banyak lagu. Bagi semua orang yang ada di festival itu, rasanya tanggung. Kebanyakan berharap Tompi memainkan banyak lagu dan menyanyikan lagu-lagu hitsnya.

Profesionalitasnya tetap layak dikenang. Dari awal sampai akhir, ia berhasil membuat orang terkesima. Termasuk ketika bersama Isyana Sarasvati mengadu kualitas vokal; Isyana berlari ke suara ala opera dan Tompi mengimbanginya dengan suara high pitch multi nada yang jadi ciri khasnya.

Bila begini, juga tidak apa. Ia berhasil menuntup Prambanan Jazz Festival 2015 dengan sangat baik.