Tak Ada Kata Bosan Dengar Senandung Tompi di BNI Java Jazz 2017

Tak Ada Kata Bosan Dengar Senandung Tompi di BNI Java Jazz 2017

Tak Ada Kata Bosan Dengar Senandung Tompi di BNI Java Jazz 2017

Siapa yang tidak mengenal solois serta personel dari Trio Lestari, Tompi. Penyanyi yang memiliki suara yang khas itu berkesempatan mengisi di hari pertama BNI Java Jazz, Jumat, (3/3/2017).

Lampu menyala menyoroti tengah panggung menambah kesan dramatis sebelum si dokter bedah plastik itu. Tubuh mungilnya pun muncul di hadapan penonton yang memadati The Quincy Jones Stage, Hall A1.

Ini tahun ketiga saya tampil.

Seperti biasanya Tompi selalu memberikan penampilan aman dan terbaik di setiap penampilannya. Tembang seperti ‘Sedari Dulu’ dan ‘Bawa Daku’ dibawakan secara apik tidak hentinya teriakan penonton wanita terdengar begitu jelas saat Tompi mengawali penampilannya.

Mengundang tamu spesial, Tompi mengajak musisi jazz wanita, Nita Aartsen, ke atas panggung. Lagu teranyarnya yang mengisahkan dua sahabatnya, Glenn Fredly dan Shandy Sondoro pun ia bawakan meskipun hanya separuh.

Lanjut dengan tembang lawasnya ‘Tak Pernah Setengah Hati’, penonton pun riuh saat intro lagu dengan lirik yang menyentuh hati. Permainan musik dari live band yang mengiringi Tompi menambah kemeriahan di hari pertama BNI Java Jazz 2017.

Demi Ahok, Tompi Cuma Buka Praktek Setengah Hari

Demi Ahok, Tompi Cuma Buka Praktek Setengah Hari

Demi Ahok, Tompi Cuma Buka Praktek Setengah Hari

Penyanyi Jazz, Tompi, menyambangi Rumah Lembang pasangan Ahok-Djarot di Menteng, Jakarta Pusat, Senin (28/11). Arah Penyanyi jazz nasional, Teuku Adifitrian atau yang lebih dikenal sebagai Tompi, menyambangi Rumah Lembang untuk memberikan dukungan kepada pasangan calon Basuki Tjahaja Purnama dan Djarot Saiful Hidayat.

Pantauan Arah.om di lokasi, Tompi sempat naik ke atas panggung dan bernyanyi bersama Basuki dan Djarot. Ia menyanyikan lagu anak Papaya, Mangga, Pisang, Jambu.

Kepada wartawan, bersama penyanyi senior Deviana dan Idang Rasjidi, ia mengaku sudah lama sering bertemu dan berbicara mengenai Pilkada.

Ini sebenernya, kita membicarakan bagaimana apa yang kita ingin. Dengan Jakarta, dengan Indonesia, segala hal-hal yang sifatnya positif yang dapat kita kerjain.

 

Tompi menyebut sosok Ahok sapaan Basuki sebagai orang yang dinilainya konsisten dan memiliki komitmen. Bila dua hal itu yang mereka kerjain ya udah. Saya pikir amanah. Lain halnya bila tidak seperti, itu beda lagi.

Ia mengaku merasakan perubahan sejak Ahok memimpin Jakarta. Terutama, lanjut pria berdarah Aceh itu, permasalahan banjir yang terus menghantui Ibukota Jakarta.

Sekarang bila ada genangan air tetapi cepat. Dan kelihatan ada yang kerja.

Tompi yang kesehariannya menjalankan praktek sebagai dokter bedah plastik, mengungkapkan kliniknya hanya buka setengah hari demi datang ke Rumah Lembang. Urusan saya sama ibu-ibu biasanya. Jadi cakepin ibu-ibu. Hari ini saya mau cakepin Ahok. Abis ini saya balik lagi buat praktek lagi.

Tompi Bicara Soal Pilkada Putaran Kedua

Tompi Bicara Soal Pilkada Putaran Kedua

Tompi Bicara Soal Pilkada Putaran Kedua

Bila Pilkada DKI Jakarta berlansung dua putaran, vokalis Teuku Adifitrian atau yang dikenal sebagai Tompi (38) mengharapkan kedua pasangan calon (paslon) dapat bertarung dengan cara-cara yang baik untuk memenangkannya.

Yang pasti saya berharap, kedua belah pihak yang akan bertanding dapat menjalankan usaha yang baik untuk memenangkan.

Kemenangan itu tidak akan ada artinya bila didapati dengan cara yang tidak wajar.

Dokter ahli bedah plastik itu berpendapat sudah saatnya kedua pasangan yang melaju ke putaran kedua untuk menajamkan visi dan misi.

Saya pikir, ini momentumnya kedua belah pihak saling beradu argumen apa yang akan dikerjakan untuk dikerjakan (sebagai gubernur dan wakil gubernur).

Adapun hasil akhir hitung cepat Litbang Kompas menunjukkan posisi pertama diduduki oleh pasangan Basuki Tjahaja Purnama (Ahok)-Djarot Saiful Hidayat dengan perolehan 42,87 persen suara.

Pasangan Anies Baswedan-Sandiaga Uno berada di urutan kedua dengan perolehan 39,76 persen suara.

Sedangkan urutan terakhir adalah Agus-Sylvi hanya memperoleh 17,37 persen suara.

Saat ini penghitungan suara atau real count sedang berlangsung di KPU DKI Jakarta. Hasilnya akan diumumkan pada 4 Maret.

Apabila tidak ada gugatan hasil pilkada ke Mahkamah Konstitusi (MK), putaran kedua akan langsung berjalan dan pemungutan suara dilangsungkan pada 19 April 2017.

Nyanyi dengan Koreografi, Kevin Kahuni Dapat Pujian Tompi

Nyanyi dengan Koreografi, Kevin Kahuni Dapat Pujian Tompi

Nyanyi dengan Koreografi, Kevin Kahuni Dapat Pujian Tompi

Bogor Bukan perkara mudah bagi seorang anak berusia sembilan tahun, bernyanyi dengan gerakan koreografi. Tetapi tidak bagi Kevin Kahuni. Lantaran itulah ia dapat sanjungan dari Indra Aziz, dan Tompi.

Kevin Kahuni mengikuti audisi di acara `Vocal Camp` di Fafa Hill Hotel, Bogor, Jawa Barat dengan dewan juri Indra Aziz, serta Tompi. Ia pun melantunkan dua lagu yaitu Cotton Field, juga single dari album perdananya bertajuk Super Star.

Amazing, keren. Aura bintang Kevin terlihat sekali. Dia dapat menyanyi Cotton Field dengan baik sambil berkoreografi. Itu tidak mudah lho.

Bagi Tompi, lagu tersebut bagi orang dewasa pun masih sulit dinyanyikan dengan gerakan tari. Namun justru itu dilakukan oleh Kevin yang masih duduk di bangku Sekolah Dasar. Itu yang membuatnya terkejut.

Keberaniannya membawakan lagu serta mengajak penonton berinteraksi bagi Kevin itu luar biasa. Apalagi ia menyanyikan nya sambil melompat-lompat, itu sulit bagi penyanyi anak-anak seusianya.

Kevin Kahuni pun meraih sertifikat dengan teknik vokal yang baik dari Indra Aziz, Tompi, dan juri lainnya dan mengalahkan peserta lainnya.

Rasanya senang banget dapat pengakuan dari Om Indra Aziz, dan Om Tompi mengenai cara menyanyi saya. Ternyata tidak sia-sia saya sering berlatih menyanyi di rumah di depan mama dan papa.

Setelah Hampir Setahun, Tompi Resmi Rilis Album ‘Romansa’

Setelah Hampir Setahun, Tompi Resmi Rilis Album 'Romansa'

Setelah Hampir Setahun, Tompi Resmi Rilis Album ‘Romansa’

Meski telah dilempar ke pasar nyaris satu tahun yang lalu, akhirnya Tompi meluncurkan album terbarunya. Album itu bertajuk ‘Romansa’.

Semua perjalanan cinta itu dirangkum dalam kata romansa.

Menurut penyanyi yang juga berprofesi sebagai dokter itu, ia menunggu momen yang tepat untuk merilis albumnya. Dalam album ini, Tompi telah mengeluarkan beberapa single, yakni ‘Bawa Daku’ yang dinyanyikan bersama Dian Sastrowardoyo dan ‘Sandiwara’.

Single ‘Bawa Daku’ bernuansa pop dengan sentuhan middle-beat groove yang membuat lagu tersebut terdengar groovy dan ceria. Sedangkan single ‘Sandiwara’, terdengar lebih lembut dengan lirik yang lebih gloomy namun dibalut dengan melodi yang terdengar apik dengan dentingan piano dan akan tidar bila mendengarkannya.

Proses lahirnya album ini ya dari Tompi dan semua idenya. Kita bebaskan dia berkreasi. Sampai saat ini, Tompi menjaga konsistensi positioningnya dengan baik.

Gairah Tompi Terlalu Liar Saat Melakukan Ini

Gairah Tompi Terlalu Liar Saat Melakukan Ini

Gairah Tompi Terlalu Liar Saat Melakukan Ini

Predikat penyanyi jaz bertalenta begitu melekat dalam diri Tompi. Selain memiliki kredibilitas di bidang musik, ia juga dikenal luas sebagai seorang dokter spesialis bedah estetika. Tidak hanya sampai situ, pria berdarah Aceh ini rupanya juga menguasai teknik fotografi.

Kecintaan nya kepada dunia fotografi dimulai sejak ia duduk di bangku sekolah. Hanya saja, karena beberapa alasan, Tompi akhirnya memilih mengasah kemampuannya dalam bidang kedokteran.

Namun, ketertarikan nya di bidang fotografi tidak lantas luntur begitu saja. Salam beberapa tahun belakangan, Tompi sudah mantap menekuni bidang ini.

Saya tidak terlalu bagus melukis, tetapi saya suka foto-foto, walaupun dulu tidak mengerti cara memotret. Akhirnya belajar, beli kamera, saya belajar dari digital, saya convert ke fully analog, lebih detail lagi belajarnya.

Kini, hasil jepretan Tompi tidak ubahnya dengan hasil jepretan fotografer profesional. Saking cintanya dengan dunia tersebut, pelantun “Sedari Dulu” ini mengaku punya rasa antusiasme yang begitu tinggi, saat akan melakukan pemotretan.

Bekerja sebagai fotografer saya dapat tidak ngerasain waktu sih. Jadi, libido (gairah/hasrat) saya untuk foto dapat dibilang terlalu besar. Bila besok pagi saya mau moto, malamnya saya tidak dapat tidur karena terlalu excited.

Kayak berpikirnya, ‘bila begini keren, kalau begitu keren nih’ terlalu liar, jadi saya takut bila tidak dikeluarin bakalan gila sih. Makanya kamera saya selalu tenteng ke mana-mana. Saya dapat stres sendiri bila lihat satu scene yang menurut saya bagus dan kalau enggak difoto itu sayang.

The Groove Jadi Inspirasi Tompi Untuk Jadi Penyanyi

The Groove Jadi Inspirasi Tompi Untuk Jadi Penyanyi

The Groove Jadi Inspirasi Tompi Untuk Jadi Penyanyi

Kangen dengan The Groove? Band beraliran jazz yang mempopulerkan lagu Khayalan dan Satu Mimpiku ini kembali dengan album baru dan sebuah buku. Buku tersebut akan berisi perjalanan karir dari The Groove.
Buku tersebut penulisannya dibantu oleh wartawan senior, Gideon Momongan. Sedangkan untuk foto-fotonya dibantu oleh penyanyi Tompi. Segala hal tentang The Groove bisa dibaca di sini.

Buku ini cukup detail apa yang terjadi di The Groove. Saat Yuke keluar. Saat berjalan tanpa Rieka. Ini tujuannya menginspirasi. Bahwa ini kemungkinan yang akan dialami orang yang mau buat band dan kenapa semua bertahan ada semua di buku. Sampai vakum lima tahun dan kembali ada semua.

Yang unik banyak sekali komentar dari adik-adik yang sudah banyak jadi penyanyi. Maliq, Andien, BCL semua cerita. Apa yang kita tulis apa adanya. Tompi pertama nyanyi karena lihat kita. Tetapi nanti bila kita ceritakan semua bagaimana. Pokoknya bila memang cinta musik Indonesia buku sama album ini wajib dibeli. Semua ada di sini.

Rejoz sendiri menjelaskan kalau gonta-ganti personel di The Groove membuat band ini sempat goyah. Setiap orang punya ego sendiri-sendiri yang mengakibatkan tiap band pasti ada masalah.

Akumulasi semua itu yang bikin kita jadi ada konflik dan miss Komunikasi. Saya percaya momen vakum diizinkan Tuhan terjadi karena Tuhan punya rencana indah lagi buktinya kita kumpul lagi dan kita tidak mau sia-siain. Kita harus kasih terbaik sebagai rasa syukur.

Tompi Ungkap Perbedaan Laki-laki dan Perempuan Saat Pergi ke Klinik Kecantikan

Tompi Ungkap Perbedaan Laki-laki dan Perempuan Saat Pergi ke Klinik Kecantikan

Tompi Ungkap Perbedaan Laki-laki dan Perempuan Saat Pergi ke Klinik Kecantikan

Di luar aktivitas menyanyi dan fotografi, Tompi (38) tengah membangun kerajaan klinik kecantikan, Beautiful. Klinik pertama Beautiful telah dibuka di bilangan Pakubuwono Jakarta Selatan. Berikutnya, Tompi akan membuka cabang baru di Ubud (Bali), Medan (Sumatera Utara), dan Gandaria (Jakarta). Ketiga klinik baru tersebut menjadi target yang hendak direalisasikan Tompi tahun ini.

Ada beberapa klinik yang akan saya buka namun belum terealisasi 100 persen, masih on progress. Disinggung mengenai alasan membuka cabang baru di Bali dan Sumatera, Tompi mengatakan Bali dan Sumatera Utara adalah pasar potensial. Permintaan calon konsumen soal estetika kecantikan dan bedah tinggi.

Selain itu, kecantikan bukan lagi hak para ibu (perempuan). Para Pria pun berhak menjadi “cantik”. Pada umumnya, orang ingin tampil keren dan rapi. Orang takut tua atau kelihatan lebih tua dari usia sebenarnya. Meski sama-sama akan tampil keren, Tompi menyebut ada perbedaan mendasar antara laki-laki dan perempuan saat datang ke klinik kecantikan.

Di Hari Musik Nasional, Glenn Fredly & Tompi Bawa PR Buat Bekraf

Di Hari Musik Nasional, Glenn Fredly & Tompi Bawa PR Buat Bekraf

Di Hari Musik Nasional, Glenn Fredly & Tompi Bawa PR Buat Bekraf

Hari Musik Nasional diperingati setiap tanggal 9 Maret. Di hari itu pula, sederet musisi tanah air diundang ke Istana Negara untuk beramah tamah dan juga unjuk gigi. Raisa, Tulus hingga generasi Yuni Shara dan juga Iis Dahlia beramai-ramai mengunggah foto mereka di Istana. Raisa bahkan memperoleh sebuah sepeda langsung dari bapak Presiden Joko Widodo.

Namun sebenarnya, di mata Tompi dan Glenn Fredly, perayaan Hari Musik Nasional bukan hanya diperingati lewat selebrasi. Formalitas was so last days, keduanya menginginkan hal nyata yang harus dilakukan pemerintah untuk menyelamatkan para musisi.

Menurut Tompi, permasalahan mendasar para musisi di Indonesia adalah kurangnya kebersamaan di antara mereka. Permasalah mendasar, kita belum bareng-bareng. Masing-masing sibuk sendiri, butuh untuk bareng-bareng. Musisi biasanya terlalu cuek dengan namanya perkumpulan. (Musisi) Banyak, tetapi yang aktif perkumpulan tidak semuanya mau.

Akhirnya, banyak dari para musisi yang mampu bekerja dengan baik, cenderung menyalahkan mereka yang sedang berusaha. Sebagai musisi tidak cuma aktif berkarya tetapi juga berhubungan langsung dengan organisasi pembuat kebijakan.

Tompi pun menyinggung salah satu organisasi yang cukup berpengaruh dengan dunia musik Indonesia yaitu Badan Ekonomi Kreatif atau Bekraf. Ia berpendapat bahwa seharusnya Bekraf tidak hanya berlaku sebagai support system.

Peran Bekraf harus sangat kuat tanpa mematikan kretivitas seniman. Ayo sama-sama berbenah. Mulai dari PAPPRI (Persatuan Artis Penyanyi, Pencipta Lagu dan Pemusik Republik Indonesia).

Selain masalah di atas, Tompi juga ingin kepastian soal jaminan hari tua para musisi. Banyak kasus dan contoh mereka-mereka yang tidak punya harta benda di usia tua, padahal dulunya mereka adalah ikon saat masih berjaya.

Muda kaya raya, begitu tua tidak ada uang nya. Tidak ada stok uang, tidak memikirkan menabung. Isu ini dari beberapa tahun lalu. Pemerintah bicara saja. Bukan salah mereka juga. Kita juga. Harus sama-sama makanya terlibat kebijakan. Bekraf juga bila dipecut, dapat gerak.

Apa yang jadi uneg-uneg Tompi pun diamini Glenn Fredly, teman diskusi sekaligus anggota Trio Lestari. Bila Tompi menyoroti soal persatuan musisi dan jaminan mereka di hari tua, maka Glenn lebih menekankan soal royalti musisi alias hak intelektual.

Saya jujur aja, bicara hak intelektual itu isu yang sangat-sangat urgent. Bila pak Jokowi udah bilang, harus jadi tuan di negara sendiri, mulai dari situ. Nasib musisi sama kayak nasib petani. Saya bilang blak-blakan. Radio puter lagu kita, mereka belum tentu bayar. Atau mungkin mau bayar, tetapi kanal membayarnya, mungkin mereka ragu.

Kedua, bicara tentang kesadaran kolektif musisi sendiri. Orang musik beda sama film. Musik dapat kerja sendiri. Film tidak dapat, industri besar. Hari ini saya bersyukur ada fokusnya Ambon, (dijadikan) city of music, bisa jadi entry point yang tepat supaya musik jadi eligible.

Selain empat poin yang sudah diungkapkan di atas, Tompi masih punya 1 PR lagi untuk pemerintah, khususnya Bekraf. Ia ingin supaya Indonesia punya ensiklopedia musik yang super lengkap. Apa sih tujuannya?

Ini juga menurut saya isu sangat penting. Ensiklopedi, mengumpulkan kepustakaan musik. Kan harus bayar PPN. Materinya harusnya dikumpulkan jadikan satu bank. tidak ada yang tahu musik jadul. Padahal banyak lagu yang harusnya jadi kekayaan nasional. Ini PR juga Bekraf.

Tak hanya musik, Tompi juga menginginkan kesenian lain seperti seni tari misalnya, juga memiliki ensiklopedia yang sama. Di Jakarta saja deh sudah susah. Tidak punya data. Akhirnya begitu ada acara kenegaraan, yang tampil itu doang, itu doang. Padahal banyak lain, tetapi tidak punya datanya. Yang tampil di Istana negara digilir, biar tidak itu itu lagi.

Dua Kali Dikirimi Berita Fitnah tentang Dirinya, Tompi Hadapi dengan Santai

Dua Kali Dikirimi Berita Fitnah tentang Dirinya, Tompi Hadapi dengan Santai

Dua Kali Dikirimi Berita Fitnah tentang Dirinya, Tompi Hadapi dengan Santai

Beberapa waktu yang lalu, Tompi sempat dibuat kesal. Hal tersebut lantaran muncul berita fitnah tentang dirinya. Berita fitnah yang beredar itu pun berkaitan dengan Pilkada DKI Jakarta 2017 ini. Terjadi di Instagramnya Kini Tompi kembali dikirimi sebuah berita fitnah tentang dirinya. Dokter yang juga berprofesi sebagai seorang penyanyi ini menceritakan hal tersebut lewat akun Instagram @dr_tompi.

Kali ini, setelah isu kalau dirinya dituduh menghina semua orang Aceh yang menghina Ahok, kini fitnah baru pun muncul. Tompi mengaku kalau dirinya dikirimi postingan dengan kalau dirinya dituduh mengatakan kalau ulama merupakan teroris dan bintang porno. Awalnya penyanyi yang juga tergabung dalam grup Trio Lestari ini merasa kesal, namun sekarang Tompi lebih santai dalam menghadapinya. Tompi berpikir kalau semakin ditanggapi, maka berita tersebut akan semakin memanas.

Hari ini dikirimin lagi postingan , Tompi ngatain ulama terorist dan bintang porno” Setelah isu “Tompi menghina semua orang aceh yang tidak mendukung Ahok. Awalnya kesel… sekarang dibawa lucu aja.
Makin diladenin makin di puter balikin. Urusan berbeda pilihan pilkada buat sebagian orang menjadi sangat Ganas , serangan sosmed gencar siang malam, Kasar??? Jangan ditanya. Semua aspek yang bisa mereka Hina mereka keluarkan. Menteror, Saya memang jawab ke secara khusus ditujukan ke orang-orang ini. “ini pada ngaji tidak sih?? ” Kok bisa separah itu kebencian yang ditebar. Anehnya lagi, setelah memaki dengan puas mereka-mereka ini (Buzzer) membawa-bawa bendera agama.

Bila ngajinya benar tidak mungkin begitu kan kelakuannya. Islam itu penuh perdamaian, itu yang saya anut. Namun sikap menindas dan meneror mereka-mereka ini sudah dilevel sangat mengganggu. sikap itu yang tidak mencerminkan nilai-nilai damai yang saya anut. Itu yang saya maksudkan Jangan Salah Belajar . Jangan belajar sama terorist biar hidup tidak menebar teror atau pada bintang porno biar hati bs bersih. Dan saya tidak pernah mentujukan ini ke Ulama, melainkan ke orang-orang yang mengajarkan Kebencian. Bila mau belajar ya cari ustad yang baik. Yang mendinginkan dan membuat kita semua jadi muslim lebih baik.
Semoga ALLAH SWT memberikan yang terbaik dan kemudahan buat kita semua.
Salam
TOMPI.”
Dukungan dari para netizen pun berdatangan setelah mereka membaca tulisan dari penyanyi asal Aceh tersebut.
@phangsanny : “Sabar ya mas Tompi, yang baik dan benar akan menang pada akhirnya. Semoga sikap dan pendirian mas Tompi dapat menjadi contoh positive bagi orang lain yang mencintai dan menghargai kemajemukan sebagai bentuk kebesaran dan kemuliaan Tuhan. Salut to @dr_tompi.”
@edmond_setiahardja : “Salut buat pak dokter…. anda berani mengungkapkan kebenaran yang hakiki….”
@ryannnnntika : “Setuju dok! Saat ini perbedaan sekecil apapun sangat ditentang/ditakuti. Heran saja, bukankah perbedaan itu yang membuat segalanya menjadi indah?”
@widiawati_kurniawan : “Pepatah jawa mengatakan “sing waras ngalah” dok. Percuma bicara pada mereka yang sudah pakai kacamata kuda @dr_tompi.”